Jumat, 19 Oktober 2012

Cara Mencegah Hama dan Penyakit Pada Ikan Mas

Cara Mencegah Hama dan Penyakit Pada Ikan Mas - Budidaya Petani. Kita telah tahu bahwa hama dan penyakit pada ikan mas banyak jumlahnya, sehingga kita perlu untuk mencehgahnya. Berikut ini adalah cara mencegah hama dan penyakit pada ikan mas.
  • Sistem pemasukan air yg ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air.
  • Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.
  • Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati & benar.
  • Binatang seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.
  • Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.
  • Pemeliharaan ikan yg benar-benar bebas penyakit.
  • Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.
Kata Kunci : Ikan Mas, Hama dan Penyakit Ikan Mas, Cara Mencegah Hama dan Penyakit Pada Ikan Mas

Kamis, 18 Oktober 2012

Hama dan Penyakit Ikan Mas

Hama dan Penyakit Ikan Mas - Budidaya Petani. Dalam membudidayakan ikan mas banyak sekali hambatan yang dihadapi berupa hama dan penyakit. Berikut adalah hama dan penyakit ikan mas:


Bebeasan (Notonecta)
  • Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.
Ular
  • Menyerang benih & ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.
Lingsang
  • Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.
Ikan gabus
  • Memangsa ikan kecil. Pengendalian:pintu masukan air diberi saringan atau dibuat bak filter.
Belut & kepiting
  • Pengendalian: lakukan penangkapan.
Ucrit (Larva cybister)
  • Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian: sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.
Kodok
  • Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering membuang telur yg mengapung; menagkap & membuang hidup-hidup.
Burung
  • Memakan benih yg berwarna menyala seperti merah, kuning. Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.

Bakteri aeromonas punctata
  • Gejala: warna badan suram, tidak cerah; kulit kesat & melepuh; cara bernafas mengap-mengap; kantong empedu gembung; pendarahan dlm organ hati & ginjal.
  • Pengendalian: penyuntikan chloramphenicol 10-15 mg/kg ikan atau streptomycin 80-100 mg/kg ikan; pakan dicampur terramicine 50 mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.
Bengkak insang & badan ( Myxosporesis)
  • Gejala: tutup insang selalu terbuka oleh bintik kemerahan, bagian punggung terjadi pendarahan.
  • Pengendalian; pengeringan kolam secara total, ditabur kapur tohon 200 gram/m 2 , biarkan selama 1-2 minggu.
Cacing insang, sirip, kulit (Dactypogyrus & girodactylogyrus)
  • Gejala: ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan menggosok-gosokkan badannya pada benda keras disekitarnya, terjadi pendarahan & menebal pada insang.
  • Pengendalian: direndam dlm larutan formalin 250 gram/m3 selama 15 menit & direndam dlm Methylene blue 3 gram/m3 selama 24 jam; hindari penebaran ikan yg berlebihan.
Bintik merah (White spot)
  • Gejala: pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) tampak bintik-bintik putih, pada infeksi berat terlihat jelas lapisan putih, menggosok-gosokkan badannya pada benda yg ada disekitarnya & berenang sangat lemah serta sering muncul di permukaan air.
  • Pengendalian: direndam dlm larutan Methylene blue 1% (1 gram dlm 100 cc air) larutan ini diambil 2-4 cc dicampur 4 liter air selama 24 jam & Direndam dlm garam dapur NaCl selama 10 menit, dosis 1-3 gram/100 cc air.
Kutu ikan (argulosis)
  • Gejala: benih & induk menjadi kurus, karena dihisap darahnya. Bagian kulit, sirip & insang terlihat jelas adanya bercak merah (hemorrtage).
  • Pengendalian: ikan yg terinfeksi diren& dlm garam dapur 20 gram/liter air selama 15 menit & direndam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit; dengan pengeringan kolam hingga retak-retak.
Gatal (Trichodiniasis)
  • Menyerang benih ikan.
  • Gejala: gerakan lamban; suka menggosok-gosokan badan pada sisi kolam/aquarium.
  • Pengendalian: rendam selam 15 menit dlm larutan formalin 150-200 ppm.
Bakteri psedomonas flurescens
  • Gejala: pendarahan & bobok pada kulit; sirip ekor terkikis.
  • Pengendalian: pemberian pakan yg dicampur oxytetracycline 25-30 mg/kg ikan atau sulafamerazine 200mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.
Jamur (Saprolegniasis)
  • Menyerang bagian kepala, tutup insang, sirip & bagian yg lainnya.
  • Gejala: tubuh yg diserang tampak seperti kapas. Telur yg terserang jamur, terlihat benang halus seperti kapas.
  • Pengendalian: direndam dlm larutan Malactile green oxalat (MGO) dosis 3 gram/m3 selama 30 menit; telur yg terserang direndam dengan MGO 2-3 gram/m3 selama 1 jam.

Kata Kunci: Hama dan Penyakit Ikan Mas, Budidaya Ikan Mas, Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Mas

Cara Pembenihan/Pemijahan Ikan Mas

Cara Pembenihan/Pemijahan Ikan Mas -Budidaya Petani. Berikut ini akan disajikan tentang bagai mana sistem pembenihan/pemijahan ikan mas & hal2 yg perlu diperhatikan dlm melakukan pemijahan ikan mas.

Saat ini dikenal dua macam sistim pemijahan pada budidaya ikan mas, yaitu
1. Sistem pemijahan tradisional. Dikenal beberapa cara melakukan pemijahan secara tradisional, yaitu:
Cara sunda:
  • Luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari.
  • disediakan injuk utk menepelkan telur; stlh proses pemijahan selesai, ijuk dipindah ke kolam penetasan.
Cara cimindi:
  • luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • disediakan injuk utk menepelkan telur, ijuk dijepit bambu & diletakkan dipojok kolam & dibatasi pematang antara dari tanah;
  • stlh proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • tujuh hari stlh pemijahan ijuk ini dibuka kemudian sekitar 2-3 minggu stlh itu dapat dipanen benih-benih ikan.
Cara rancapaku:
  • luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan, batas pematang antara terbuat dari batu;
  • disediakan rumput kering utk menepelkan telur, rumput disebar merata di seluruh permukaan air kolam & dibatasi pematang antara dari tanah;
  • stlh proses pemijahan selesai induk tetap di kolam pemijahan.;
  • stlh benih ikan kuat maka akan berpindah tempat melalui sela bebatuan, stlh 3 minggu maka benih dapat dipanen.
Cara sumatera:
  • luas kolam pemijahan 5 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • disediakan injuk utk menepelkan telur, ijuk ditebar di permukaan air;
  • stlh proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • stlh benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.
Cara dubish:
  • luas kolam pemijahan 25-50 meter persegi, dibuat parit keliling dengan lebar 60 cm dlm 35 cm, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • sebagai media penempel telur digunakan tanaman hidup seperti Cynodon dactylon setinggi 40 cm;
  • stlh proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • stlh benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.
Cara hofer:
  • sama seperti cara dubish hanya tidak ada parit & tanaman Cynodon dactylon dipasang di depan pintu pemasukan air.
2. Sistim kawin suntik. Pada sisitim ini induk baik jantan maupun betina yg matang bertelur dirangsang utk memijah stlh penyuntikan ekstrak kelenjar hyphofise ke dlm tubuh ikan. Kelenjar hyphofise diperoleh dari kepala ikan donor (berada dilekukan tulang tengkorak di bawah otak besar). Stlh suntikan dilakukan dua kali, dlm tempo 6 jam induk akan terangsang melakukan pemijahan. Sistim ini memerlukan biaya yg tinggi, sarana yg lengkap & perawatan yg intensif.
Hal yg perlu diperhatikan dlm melakukan pemijahan ikan mas:
  • Dasar kolam tidak berlumpur, tidak bercadas.
  • Air tidak terlalu keruh; kadar oksigen dlm air cukup; debit air cukup; & suhu berkisar 25 derajat C.
  • Diperlukan bahan penempel telur seperti ijuk atau tanaman air.
  • Jumlah induk yg disebar tergantung dari luas kolam, sebagai patokan seekor induk berat 1 kg memerlukan kolam seluas 5 meter persegi.
  • Pemberian makanan dengan kandungan protein 25%. Utk pellet diberikan secara teratur 2 kali sehari (pagi & sore hari) dengan takaran 2-4% dari jumlah berat induk ikan.
Kata Kunci : Ikan Mas, Pemijahan Ikan Mas, Pembenihan Ikan Mas, Sistem pemijahan Ikan Mas tradisional, Sistim kawin Suntik

Cara Membedakan Ikan Mas Jantan & Betina

Cara Membedakan Ikan Mas Jantan & Betina - Budidaya Petani. Ciri-ciri induk jantan & induk betina unggul yg sudah matang untuk dipijah adalah sebagai berikut:
  • Betina: umur antara 1,5-2 tahun dengan berat berkisar 2 kg/ekor; Jantan: umur minimum 8 bulan dengan berat berkisar 0,5 kg/ekor.
  • Sisik tersusun rapih, cerah tidak kusam.
  • Bentuk tubuh ikan mas secara keseluruhan mulai dari mulut sampai ujung sirip ekor mulus, sehat, sirip tidak cacat.
  • Pangkal ekor kuat & normal dengan panjang panmgkal ekor harus lebih panjang dibandingkan lebar/tebal ekor. 
  • Tutup insan normal tidak tebal & bila dibuka tidak terdapat bercak putih;  panjang kepala minimal 1/3 dari panjang badan; lensa mata tampak jernih.
Sedangkan “ciri-ciri untuk membedakan induk jantan & induk betina ikan mas” adalah sebagai berikut:

  • Badan bagian perut besar, buncit & lembek.
  • Jika perut distriping mengeluarkan cairan berwarna kuning.
  • Gerakan lambat, pada malam hari biasanya loncat-loncat.
  • Badan tampak langsing.
  • Gerakan lincah & gesit.
  • Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.
Kata Kunci : Ikan Mas, Budidaya Ikan Mas, Cara Membedakan Ikan Mas Jantan & Betina

Syarat Lokasi Budidaya Ikan Mas

Syarat Lokasi Budidaya Ikan Mas -Budidaya Petani. Beberapa tips utk memilih Lokasi Budidaya Ikan Mas antara lain:
  • Kemiringan tanah yg baik utk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% utk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
  • Tanah yg baik utk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yg besar & tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
  • Ikan mas dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m dpl.
  • Ikan mas dapat berkembang pesat di kolam, sawah, kakaban, & sungai air deras. Kolam dengan sistem pengairannya yg mengalir sangat baik bagi pertumbuhan & perkembangan fisik ikan mas. Debit air utk kolam air tenang 8-15 liter/detik/ha, sedangkan utk pembesaran di kolam air deras debitnya 100 liter/menit/m³.
  • Kualitas air utk pemeliharaan ikan mas harus bersih, tidak terlalu keruh & tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, & minyak/limbah pabrik.
  • Suhu air yg baik berkisar antara 20-25°C.
  • Keasaman air (pH) yg baik adalah antara 7-8.
 Kata Kunci: Ikan Mas, Budidaya Ikan Mas, Syarat Lokasi Budidaya Ikan Mas

Ciri-Ciri Strain Ikan Mas

Ciri-Ciri Strain Ikan Mas-Budidaya Petani. Ciri-Ciri Strain Ikan Mas adalah sebagai berikut:

  • Ikan mas punten: potongan badan paling pendek; sisik berwarna hijau gelap; mata agak menonjol; gerakannya gesit; bagian punggung tinggi melebar; perbandingan antara panjang badan & tinggi badan antara 2,3:1.
  • Ikan mas si nyonya: sisik berwarna kuning muda; mata pada ikan muda tidak menonjol, sedangkan ikan dewasa bermata sipit; badan relatif panjang;  gerakannya lamban, lebih suka berada di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,6:1.
  • Ikan mas majalaya: punggung tinggi; badannya relatif pendek; sisik berwarna hijau keabu-abuan dengan tepi sisik lebih gelap; gerakannya lamban, bila diberi makanan suka berenang di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,2:1.
  • Ikan mas taiwan: badan relatif panjang; penampang punggung membulat; sisik berwarna hijau kekuning-kuningan; mata agak menonjol; gerakan lebih gesit & aktif; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,5:1.
  • Ikan mas koi: bentuk badan bulat panjang & bersisisk penuh; warna sisik bermacam-macam seperti putih, kuning, merah menyala, atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Beberapa ras koi adalah long tail Indonesian carp, long tail platinm nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku hishikigoi, lonh tail hishikigoi, platinum nishikigoi, long tail shusui nishikigoi, taishusanshoku nshikigoi & long tail taishusanshoku nishikigoi. Ikan mas majalaya termasuk jenis unggul yg banyak dibudidayakan.
Kata Kunci : Budidaya Ikan Mas, Ciri-Ciri Strain Ikan Mas, Ikan mas punten, Ikan mas si nyonya, kan mas majalaya, Ikan mas taiwan, Ikan mas koi


    Kamis, 04 Oktober 2012

    Ayam Kampung: Beternak Ayam Kampung/ Buras

    Cara Beternak Ayam Buras/ Kampung - Budidaya Petani. Di Indonesia perkembangan ayam buras/ bukan ras atau lebih dikenal dgn sebutan ayam kampung berkembang pesat telah banyak dipelihara atau diternak oleh peternak-peternak maupun masyarakat umum.

    Dgn pemeliharaan sistem tradisional, produksi telur ayam buras sangat rendah, ± 60 butir/tahun/ekor. Berat badan pejantan tak lebih dari 1,9 kg & betina ± 1,2 ~ 1,5 kg, maka perlu diintensifkan. Pemeliharaan yg intensif pada ayam buras, dpt meningkatkan produksi telur & daging, dpt mencegah wabah penyakit & memudahkan tata laksana.
    Sistem pemeliharaan ayam buras meliputi : bibit, pemeliharaan, perkandangan, pakan & pencegahan penyakit.
    Ciri-ciri bibit yg baik :
    1. Ayam jantan
      • Badan kuat & panjang.
      • Tulang supit rapat.
      • Sayap kuat & bulu-bulunya teratur rapih.
      • Paruh bersih.
      • Mata jernih.
      • Kaki & kuku bersih, sisik-sisik teratur.
      • Terdpt taji.
    2. Ayam betina (petelur) yg baik
      • Kepala halus.
      • Matanya terang/jernih.
      • Mukanya sedang (tidak terlalu lebar).
      • Paruh pendek & kuat.
      • Jengger & pial halus.
      • Badannya cukup besar & perutnya luas.
      • Jarak antara tulang dada & tulang belakang ± 4 jari.
      • Jarak antara tulang pubis ± 3 jari.
    Ada 3 (tiga) sistem pemeliharaan :
    1. Ekstensif (pemeliharaan secara tradisional = ayam dilepas & mencari pakan sendiri).
    2. Semi intensif (ayam kadang-kadang diberi pakan tambahan).
    3. Intensif (ayam dikandangkan & diberi pakan).
    Apabila dibedakan dari umurnya, ada beberapa macam pemeliharaan, yaitu :
    1. Pemeliharaan anak ayam (starter) : 0 - 6 minggu, dimana anak ayam sepenuhnya diserahkan kpd induk atau induk buatan.
    2. Pemeliharaan ayam dara (grower) : 6 - 20 minggu.
    3. Pemeliharaan masa bertelur (layer) : 21 minggu sampai afkir ( 2 tahun).
    Utk memperoleh telur tetas yg baik, diperlukan 1 (satu) ekor pejantan melayani 9 (sembilan) ekor betina, sedangkan utk menghasilkan telur konsumsi, pejantan tidak diperlukan.
    Fungsi kandang yaitu :
    1. Utk tempat berteduh dari panas & hujan.
    2. Sbg tempat bermalam.
    3. Utk memudahkan tata laksana.
    1. Cukup mendpt sinar matahari.
    2. Cukup mendpt angin atau udara segar.
    3. Jauh dari kediaman rumah sendiri.
    4. Bersih.
    5. Sesuai kebutuhan (umur & keadannya).
    6. Kepadatan yg sesuai.
    7. Kandang dibuat dari bahan yg murah, mudah didpt & tahan lama.
    Kepadatan kandang :
    1. Anak ayam beserta induk : 1 - 2 m 2 utk 20 - 25 ekor anak ayam & 1 - 2 induk.
    2. Ayam dara 1 m 2 utk 14 - 16 ekor.
    3. Ayam masa bertelur, 1 - 2 m 2 utk 6 ekor & pejantan 1 ekor.
    Zat-zat makanan yg dibutuhkan terdiri dari : protein, energi, vitamin, mineral & air. Adapun konsumsi pakan adalah sbg berikut :
    • Anak ayam dara 15 gram/hari
    • Minggu I-III 30 gram/hari
    • Minggu III-V 60 gram/hari
    • Minggu VI sampai menjelang bertelur 80 gram/hari
    • Induk 100 gram/hari
    Pemberian pakan adalah sehari dua kali, yaitu pagi & sore, sedangkan air minum diberikan setiap saat.
    1. ND = Necastle Desease = Tetelo
      Pencegahan: lakukan vaksinasi ND secara teratur pada umur 4 hari, 4 minggu & 4 bulan diulangi lagi setiap 4 bulan sekali.
    2. Cacingan
      Pencegahan : hindarkan pemeliharaan tradisional.
    3. CRD (pernafasan)
      Pengobatan : Chlortetacyclin (dosis 100-200 gr/ton ransum) atau tylosin (dosis 800 -1000 gr/ton ransum).
    4. Berak Darah
      Pengobatan : Prepara Sulfa atau anyrolium dilarutkan dlm air minum, dosis 0,012 -0,024% utk 3 - 5 hari.
    5. Pilek
      Pengobatan : sulfadimetoxine 0,05% dilarutkan dlm air minum selama 5 -7 hari.
    6. Cacar
      Pencegahannya : vaksinasi 1 kali setelah lepas induk. 
    1. PEDOMAN TEKNIS
      1. Calon induk betina:
        • sehat & tidak cacat
        • lincah & gesit
        • mata bening & bulat
        • rongga perut elastis
        • tidak mempunyai sifat kanibal
        • bebas dari penyakit
        • umur 5 - 12 bulan.
      2. Calon pejantan:
        • sehat & tidak cacat
        • penampilan tegap
        • bulu halus & mengkilap
        • tidak mempunyai sifat kanibal
        • umur 8 - 24 bulan.
          Jumlah induk & pejantan disesuaikan dgn kondisi & umurnya antara 8 - 10 : 1
    1. KELUARAN
      Sangkar tetas dgn hasil daya tetas tinggi.
    2. BAHAN
      Bambu, kawat, paku, rumput kering.
    3. ALAT
      Gergaji, pisau serut, palu, tang, dll.
    4. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA AYAM MAMPUNG
      • Sangkar penetasan dibuat dari bambu berbentuk kerucut dgn suhu penetasan dlm sangkar pengeraman cukup baik.
      • Cara pembuatan:
          1. Potong bambu berdiameter 25 - 50 cm sepanjang 125 cm, 1/3 bagian harus berada di atas ruas sedangkan yg 2/3 bagiannya sbg tiang penyangga.
          2. satu pertiga dari bambu bagian atas dibelah-belah kecil ( 1-1,5 cm), dihaluskan, kemudian dianyam dgn belahan bambu tipis, dimulai dari bagian ujung bawah belahan bambu, sehingga berbentuk kerucut.
          3. Bagian ujung paling atas diikat dgn kawat tali, agar ayaman tidak lepas.
          4. Sangkar diletakkan di tempat yg aman & jauh dari keramaian & terhindar dari gangguan hewan liar.
          5. Bagian bawah sangkar dialasi dgn rumput kering, yg merupakan alas/tempat diletakkannya telur & sekaligus sbg tempat penetasan.
      • Sangkar penetasan kerucut ini menghasilkan daya tetas telur 77,37 %, kematian embriyo 16,64 %, suhu maksimum 102,3°C & suhu minimum 83,5°C.

      Kata Terkait: harga ayam kampung, peluang peternakan, peluang usaha peternakan, peternakan ayam kampung, cara beternak ayam pedaging, beternak ayam kampung, kandang ayam kampung, doc ayam kampung, ayam kampung doc, pakan ayam kampung, budidaya ayam arab, budidaya ternak ayam kampung, cara budidaya ayam pedaging, budidaya ayam kampung, cara budidaya ayam kampung, ternak ayam telur, ternak ayam kampong, usaha ternak ayam kampung, ternak ayam kampung, cara ternak ayam kampung.

       Artikel Lainnya: